Bersama-Sama Menanti “Persinggahan” Baru
KAIRO—Tidak ada sesuatu yang cukup menggembirakan setelah proses panjang, kecuali proses itu telah sampai di ujung penantian. Begitu kiranya perasaan yang muncul di hampir seluruh anggota Himpunan Alumni Amanatul Ummah Republik Arab Mesir (Himmah RAM). Penantian “rumah baru”—atau yang nantinya bisa disebut sebagai sekretariat, griya, wisma atau sejenisnya—telah nampak di depan mata. Tentu, ini akan menjadi kabar bahagia dan menggembirakan bagi mereka.
“Adanya sekre baru itu tentu menjadi kabar gembira untuk warga Himmah RAM, terutama saya,” ujar Aviqoh, salah satu anggota aktif Himmah RAM. “Kabar yang saya dengar, sekretariat baru ini lebih luas daripada sekretariat yang lama. Lokasinya pun juga berada di daerah tengah-tengah (Hay Sabi’): antara Darrasah dan Asyir. Ini akan menjadi tempat yang mudah dijangkau dan tempat yang nyaman untuk setiap kegiatan.”
Bangunan yang nantinya diperuntukkan sebagai tempat kegiatan Himmah RAM ini memang memiliki luas sebesar 220 m2. Sebagai tempat hunian, luas bangunan ini terhitung melampaui standar rumah menengah-atas, sehingga diharapkan mampu menampung sekitae 200 orang untuk kegiatan yang berskala besar. Bangunan ini pun nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas itu meliputi 3 kamar tidur, 4 kamar mandi, sound system, proyektor, kasur, lampu LED, dan juga panggung seluas 1,85 m2.
Selain sebagai fasilitas kegiatan Himmah RAM, tempat ini nantinya juga difungsikan sebagai rumah singgah bagi Romo Kyai dan keluarga ndalem ketika kunjungan ke Mesir. Bahkan, Romo Kyai berpesan bahwa ketika “sekretariat” ini nanti sudah berfungsi, agar digunakan untuk aktivitas akademik seperti mengaji, lebih-lebih dapat rutin mendatangkan dan mengundang pengajar dari ulama al-Azhar.
“Proyeksi tempat ini ke depan akan digunakan untuk tiga tujuan: memfasilitasi kegiatan Himmah RAM, sebagai rumah singgah Romo Kyai dan keluarga ndalem ketika kunjungan ke Mesir, dan memfasilitasi para masyayikh serta memperkuat hubungan pondok pesantren dengan al-Azhar melalui kegiatan akademik,” kata Ketua Tim Pengadaan—yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selaku perwakilan dari keluarga ndalem, Gus Sayyid juga menyampaikan dan menegaskan harapan serta pesan Romo Kyai yang berkaitan dengan “sekretariat” baru ini. “Harapannya, tentu dengan adanya sekretariat ini kemudian Himmah RAM dapat menjadi keluarga yang aktif, baik dalam berorganisasi maupun dalam hal keilmuan seperti kajian dan diskusi. Semoga setelah adanya sekretariat ini, kegiatan semacam itu bisa menjadi lebih hidup,” ujarnya.
Lika-Liku Proses Pengadaan
Dalam setiap keberhasilan, ada kerja-kerja yang selalu tidak terlihat. Sering kali, dalam proses pengadaan rumah atau sekretariat baru, ada orang-orang belakang layar yang berupaya menahan napas agar seluruh rencana berjalan sesuai ritmenya. Pencarian rumah untuk “sekretariat” Himmah RAM ini ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kata Ketua Tim Pengadaan, setidaknya butuh waktu sekitar dua tahun untuk dapat menemukan lokasi yang pas dan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Masa pencarian rumah sekitar dua tahun ini rasanya naik turun: kadang senang, kadang sempat putus asa, dan kadang capek,” lanjutnya. “Tapi, alhamdulillah, pas menemukan lokasi dan bangunan yang sesuai, semua itu serasa terbayarkan.”
Tidak hanya berhenti di situ, penemuan lokasi dan bangunan hanya lah awal dari proses yang lebih serius untuk bisa sampai pada struktur bangunan “sekretariat” yang dibutuhkan. Tahap renovasi yang mencakup setiap detail interior bangunan membuat proses penyelesaiannya sedikit memakan waktu. Di Mesir, setiap pembongkaran dan perubahan struktur bangunan memerlukan izin dari pihak-pihak terkait.
“Sejauh ini, kita masih menunggu proses pembuatan surat izin pembongkaran struktur bangunan. Oleh karena itu, pembongkaran yang selama ini sudah dijalankan oleh kontraktor kita tunda terlebih dahulu sampai ada kabar dari pengacara selaku pengurus administrasi bangunan,” jelas Ketua Tim Pengadaan saat ditanya mengenai progres penyelesaian pembangunan “sekretariat” baru Himmah RAM.
Saat ditanya lebih lanjut, Ketua Tim Pengadaan menegaskan bahwa progres pembangunan saat ini sudah 70%. Menurutnya, jika tidak ada kendala yang serius, harusnya tahun ini sudah selesai dan dapat digunakan. Ia juga menambahkan bahwa seluruh progres ini tentu tidak akan bisa sejauh ini tanpa bantuan dari Penasehat Himmah RAM, Cak Defi dan Syekh Muhanna dengan pengacara dan kontraktornya.
Antusiasme Menyambut “Persinggahan” Baru
Setelah penantian yang cukup panjang, tak ayal mayoritas warga Himmah RAM, dari pengurus hingga anggota biasa, sama-sama menanti “sekretariat” baru itu. Meski ke depan tempat itu tidak sepenuhnya difungsikan sebagai sekretariat, mereka tetap menyambut baik sekaligus menaruh banyak harapan ketika “sekretariat” itu sudah dapat difungsikan.
Selaku Ketua Himmah RAM 2025-2026, Akhlis berharap pengurus dapat memiliki akses untuk melakukan serta mengadakan kegiatan-kegiatan di sana. Ia memandang bahwa akan banyak inovasi dari pengurus—baik yang berkaitan dengan keilmuan, seni, maupun kegiatan keputrian—ketika “sekretariat” itu sudah bisa digunakan.
“Yang pasti, kita berharap punya askes leluasa untuk melaksanakan kegiatan yang dihadiri oleh banyak orang. Dan, tentu akan banyak inovasi dari pengurus terkait dengan fungsi sekre itu sendiri. Intinya, tentu adanya sekre baru akan membawa manfaat yang lebih luas untuk kegiatan dan program Himmah RAM,” tuturnya.
Menurutnya, yang terpenting, setelah sekre itu nanti dapat difungsikan, ia berharap agar seluruh warga dapat peduli dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh pengurus Himmah RAM, sebab seluruh kebutuhan akan adanya “sekretariat” itu memang dikembalikan dan ditujukan untuk mereka.
Selain Akhlis, beberapa warga Himmah RAM saat diwawancarai mengenai keberadaan “sekretariat” baru juga memilki harapan yang sama. Mereka seolah memiliki bayangan dan pemikiran yang klop dalam memandang keberadaan “sekretariat” baru ini.
“Semoga tempatnya jadi lebih bermanfaat buat warga Himmah RAM sendiri. Saya juga berharap agar suasana sekrenya nanti dapat terasa nyaman untuk seluruh warga Himmah RAM, meski untuk sekadar kumpul biasa, diskusi dan ngobrolin ini itu, atau bahkan untuk belajar bersama dan sebagainya.”
“Saya memandang, dengan adanya sekretariat baru akan mengoptimalkan kegiatan warga. Saya optimis dengan adanya sekretariat baru ini kegiatan warga akan berjalan dengan lebih baik.”
“Saya berharap, dengan adanya sekre baru ini akan bisa menjadi tempat kaderisasi terutama bagi mahasiswa baru, juga menjadi tempat diskusi yang dapat melahirkan gagasan dan ide-ide baru.”
“Ya, harapannya ketika sekre baru sudah jadi dan bisa digunakan, warga Himmah RAM bisa merawat dengan baik, karena adanya sekre baru ini merupakan suatu pergerakan yang besar dan harus dijemput dengan semangat dan kesiapan yang besar juga.”
Sebagai pihak yang menerima fasilitas, warga Himmah RAM tidak hanya menaruh harapan besar terhadap keberadaan ‘sekretariat’ baru itu, tetapi mereka juga peduli dan siap memikul tanggung jawab dalam merawat dan menjaga aset tersebut.
“Adanya sekre baru akan menuntut banyak tanggung jawab baru bagi warga Himmah RAM.”
“Salah satunya adalah adanya tim khusus (timsus) yang mengelola ‘sekretariat’ tersebut. Nantinya, timsus akan bertanggungjawab terkait pengelolaan ‘sekretariat’. Hal ini teramat penting demi terwujudnya sekretariat yang kondusif, aman, dan nyaman. ‘Sekretariat yang demikian akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan Himmah RAM.”
“Yang pertama dan utama, “sekretariat” baru akan menjadi rumah bersama. Terlepas ada atau tidaknya kegiatan, sekretariat akan menjadi ‘tempat singgah’ bagi anggota Himmah RAM. Di rumah itulah nantinya ikatan persaudaraan manjadi semakin kokoh. Hal ini hanya bisa terwujud jika ‘sekretariat’ memiliki sistem pengelolaan yang mumpuni—seperti yang telah disebutkan sebelumnya.”
Redaktur : Tim Jurnalis Himmatuna
Tidak Sabar menunggu RUMAH baru 🥰
BalasHapus