Resmi Dilantik, DP Himmah RAM 2026-2027 Awali Kepengurusan dengan Sesi Serap Aspirasi

Kairo — Dewan Pengurus (DP) Himpunan Alumni Amanatul Ummah Republik Arab Mesir (Himmah RAM) masa bakti 2026-2027 resmi dilantik di Aula Limas KEMASS, Hay Asyir, pada Kamis (29/10). Sebanyak 38 orang DP; 5 orang Badan Pengawas Keorganisasian (BPK); dan 4 orang Dewan Konsultatif (DK) dilantik bersamaan, dengan disaksikan seluruh anggota Himmah RAM yang hadir. 

Rangkaian pelantikan kemudian dilanjutkan dengan sesi serap aspirasi, wadah bagi warga menyampaikan saran perihal program kerja serta arah kepengurusan.

Sebelum sesi aspirasi dimulai, rangkaian sambutan lebih dulu disampaikan. Ketua DP Himmah RAM, Miftah Huda Pratama, mengatakan bahwa ia tidak ingin dikenal dan tidak berharap menjadi ketua yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. 
“Saya berharap dikenal sebagai ketua yang mau belajar dan mau berusaha, meski tidak bisa apa-apa,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa dewan pengurus mungkin tidak bisa menjanjikan kepengurusan yang sempurna, tetapi akan tetap berusaha agar terus memberikan yang terbaik.

Pesan serupa turut disampaikan Ketua BPK, Muhammad Said As’ad, Lc., yang berharap Himmah menjadi rumah dan tempat pulang bagi seluruh anggotanya. Ia juga meminta agar dewan pengurus tidak menjadikan amanah sebagai beban, melainkan titik awal untuk terus berkembang.
Usai rangkaian sambutan, sesi serap aspirasi yang kembali digelar tahun ini pun dimulai. Dewan pengurus yang baru dilantik membuka ruang bagi anggota untuk menyampaikan masukan secara langsung. 

Pada awal sesi, Achamd Idris sebagai moderator, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ruang menyampaikan aspirasi, tetapi juga wadah membangun komunikasi dan mencari solusi bersama. Ia meminta agar forum berjalan santai dan tidak dianggap layaknya forum formal. Tidak ada program kerja yang dipaparkan lebih dulu, sehingga dewan pengurus lebih banyak menyimak.

Bidang keilmuan menjadi topik yang paling banyak dibahas kali ini. Persoalan pertama menyangkut pelaksanaan Khoritotul Ulum (red: program pengenalan peta ilmu keislaman bagi mahasiswa baru, mencakup cabang-cabang ilmu dan cara mendalaminya). Muhammad Ziyan Al Faikar, dalam hal ini menyampaikan pandangannya terkait urgensi program tersebut.

“Khoritotul Ulum itu saya rasa sangat penting adanya, tetapi efeknya masih belum bisa dirasakan oleh anak-anak baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, Khoritotul Ulum semestinya tidak berhenti pada pengklasifikasian ilmu, tetapi juga mendalami ilmu-ilmu utama, terutama mata kuliah asasi di perkuliahan yang menurutnya sangat perlu dihadirkan.

Harapan lain datang dari Ketua BPK. Said berharap bidang keilmuan mengoptimalkan komunitas kajian yang sudah ada di Himmah, sekaligus mengayomi komunitas yang akan muncul nantinya. 

“Harapannya, teman-teman mampu mengayomi komunitas yang sudah ada maupun nanti yang akan ada di bidang keilmuan, supaya tidak terjadi tabrakan secara jadwal dengan dewan pengurus,” ungkapya. Dengan begitu, menurutnya, warga dan DP dapat bergerak bersama.

Isu kedekatan antarangkatan turut mengemuka dalam sesi ini. Beberapa anggota merasa kedekatan antarangkatan mulai berkurang. Untuk mengatasinya, Ahmad Albajili mengusulkan adanya kegiatan seperti buka puasa bersama, lomba antarangkatan ataupun pertemuan rutin bulanan yang santai agar senior dan junior saling mengenal. Menurutnya, kegiatan seperti itu dapat mengurangi sekat antarangkatan tanpa harus membebani keuangan anggota.

Wacana baru dari bidang media juga ikut mencuri perhatian. Tahun ini, Rumpi Media yang menjadi salah satu program kerja DP akan hadir dengan tingkatan yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Perbedaan itu berkaitan dengan hadirnya Himmah PH (Production House), inisiatif di luar program kerja DP yang digagas rekan-rekan media angkatan sebelumnya, sebagai wadah seperti Himmatuna yang dikhususkan dalam bidang media. Himmah PH berada di level pemula (beginner) dan berfokus pada praktik. Oleh karena itu, anggota diharapkan bergabung dengan Himmah PH terlebih dulu sebelum mengikuti Rumpi Media.

Lebih lanjut, persoalan perkuliahan dan administratif turut disinggung. Ichsanul Amal Muhajir Achmad menyampaikan kendala administrasi yang ia alami bersama angkatannya. Ia berharap adanya pendampingan lebih lanjut agar mahasiswa baru tahun ini tidak mengalami hal serupa. Menanggapi hal itu, DP berencana mengatur pendampingan secara bergelombang bagi mahasiswa baru dan pengawasan lanjutan terkait administrasi perkuliahan.

Pada akhir sesi, moderator menyimpulkan bahwa masukan yang muncul, mulai dari keilmuan hingga hubungan sosial antarwarga, akan menjadi bahan pertimbangan dan landasan bagi DP dalam menjalani masa kepengurusannya selama setahun ke depan. Ia menegaskan bahwa persoalan yang ada bukan hanya tanggung jawab pengurus, tetapi juga seluruh warga Himmah RAM.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan ramah tamah. Malam itu, amanah tidak berakhir pada sumpah janji jabatan saja. Ia baru dimulai, dipikul bersama oleh seluruh anggota, karena Himmah adalah milik bersama dan akan terus bergerak selama semangat kebersamaan tetap dijaga.

Redaktur : Muhammad Hasbi Ash Shiddieqie
Editor : Salsadilla Musrianti

Posting Komentar

To Top