Pembahasan Isu-isu Strategis, Ditolak Presidium

KAIRO – Tepat pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober 2026, Himmah RAM kembali menggelar agenda tahunannya, yaitu Musyawarah Besar Anggota Himmah RAM (MBAH) yang ke-delapan . 

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, MBAH VIII mempunyai dua agenda utama, yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kinerja Dewan Pengurus Himmah RAM Jago (DP Jago) periode 2025/2026 dan pemilihan Ketua baru Himmah RAM beserta BPK. 

Format LPJ tahun ini tampil sedikit berbeda dan lebih memudahkan verifikatur, karena tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dan Program Kerja di setiap bagiannya telah dipisah secara rapi. DP Jago juga menyertakan realisasi kegiatan di akhir laporan yang menyempurnakan kesan transparansi antarwarga. 

Namun LPJ tidak terlepas dari tanggapan dan kritik dari warga Himmah RAM. Seluruh divisi mendapat telaah, apresiasi, dan saran yang bisa menjadi catatan evaluasi untuk kepengurusan berikutnya. Seperti pada program kerja baru bertajuk Prakarsa yang diluncurkan oleh ketua dan wakilnya. Warga menilai bahwa deskripsi program kerjanya belum memiliki tolok ukur keberhasilan yang jelas. Tidak adanya kendala dan solusi membuat program ini dipertanyaan. 

Selain itu, hal yang dianggap krusial adalah tidak mencantumkan total pada laporan global keuangan. Reza Pahlevi Mufarid, selaku Dewan Konsultatif, mengungkapkan bahwa hal ini bisa menjadi faktor ditolaknya LPJ oleh orang-orang yang berkecimpung di bagian keuangan. 

Forum juga memberikan beberapa catatan kritis. Ditemukan celah berupa sistem pengangkatan dan penurunan Dewan Konsultatif (DK) yang tidak tertuliskan. Reza menuturkan bahwa ini merupakan keluputan pada pengkajian AD/ART. Tidak adanya sistem tersebut dan berapa periode DK bisa diganti dan ditetapkan menjadi amanat MBAH untuk periode selanjutnya mengamandemen AD/ART.

LPJ pun disahkan dengan catatan revisi selama 3x24 jam. Musyawarah ini diharapkan bukan hanya formalitas belaka, melainkan ruang ikhtiar untuk menjaga organisasi Himmah RAM tetap tumbuh.

Setelah penetapan LPJ DP Jago diterima, jajaran Badan Pengawas Keorganisasian (BPK) memiliki gagasan baru yang menarik dalam MBAH kali ini. Mengangkat dua isu strategis dalam forum besar MBAH. Dua isu tersebut meliputi Arah Gerak Organisasi Himmah RAM dan Interaksi Sosial Antarwarga Himmah RAM. 

Perwakilan BPK, Arnisa, menyatakan bahwa datangnya dua isu tersebut tidak lain ialah demi mewujudkan esensi sejati dari musyawarah besar yang berakar dari aspirasi warga dalam RAMAH dan forum-forum ngopi sederhana.

Namun sayangnya, rumusan masalah yang dibawakan belum sepenuhnya matang dan perlu kajian lebih lanjut lagi. Latar belakang permasalahan yang ditawarkan dianggap masih terlalu abstrak. Salah seorang warga mengungkapkan, "Sebelum kita membahas apapun, saya kira inti masalahnya itu yang harus diperjelas dulu." Oleh karena itu, presidium memutuskan untuk mengembalikan pembahasan isu tersebut ke lingkaran yang lebih kecil agar lebih intens.

Menjelang akhir rangkaian sidang, euforia perhitungan suara lebih dulu membakar semangat warga. Pemilihan ini diadakan untuk seluruh warga Himmah RAM, baik secara online (bagi yang di luar Kairo) maupun offline.  

Melalui pemungutan suara tersebut, Miftah Huda Pratama, kandidat nomor satu, resmi terpilih sebagai Ketua Himmah RAM dengan perolehan suara sebanyak 108 suara. Sementara posisi Ketua BPK periode khidmat 2026-2027, diamanahkan kepada Muhammad Said As'ad yang memperoleh suara berjumlah 120 suara.

Dalam sambutan perdananya, nahkoda baru Himmah RAM tersebut menyampaikan, "Bukan tentang siapa pemimpinnya, tapi tentang kita semua yang akan membawa rumah ini ke arah yang lebih baik." 

Seiring berpindahnya estafet kepemimpinan ke tangan yang baru, harapan besar kini tertuju pada semangat pengabdian di tubuh Himmah RAM. Rangkaian sidang paripurna satu hingga tiga dalam kegiatan ini berakhir dengan tertib dan penuh dengan asas kekeluargaan.

Oleh : Najwa Hilya
Editor: Zadjuria Rizky Rahmania


Posting Komentar

To Top